Absolut

ABSOLUT

ABSOLUT merupakan gerakan yang terfokus kepada isu sumber Kehidupan yaitu “ AIR” kegiatan ini dimaksudkan untuk memproteksi sungai dan badan air (DAS) dari Limbah dan Polutan.

Gerakan ABSOLUT merupakan inisiatif yang sangat krusial, mengingat air adalah urat nadi kehidupan. Fokusnya pada perlindungan Daerah Aliran Sungai (DAS) dari limbah dan polutan secara langsung menjaga kesehatan ekosistem dari hulu hingga ke hilir. Salah satu titik paling kritis dalam sistem ini adalah Estuaria area pertemuan antara air tawar sungai dan air asin laut. Dampak Terhadap Lingkungan di Wilayah Estuaria Ketika gerakan ABSOLUT berhasil meminimalisir polutan di sungai, dampak positifnya akan sangat terasa di estuaria:

  • Pemulihan Kualitas Air Estuaria seringkali menjadi "tempat pembuangan terakhir" bagi polutan sungai. Dengan proteksi DAS, akumulasi logam berat dan limbah kimia di sedimen estuaria berkurang, menjaga air tetap layak bagi kehidupan akuatik.
  • Perlindungan 'Nurseri' Alami Banyak spesies ikan dan udang menggunakan estuaria sebagai tempat memijah dan membesarkan anak. Air yang bersih dari polutan memastikan tingkat kelangsungan hidup larva hewan laut meningkat drastis.
  • Kesehatan Hutan Mangrove Estuaria biasanya ditumbuhi mangrove. Gerakan ABSOLUT mencegah limbah minyak atau plastik menutupi akar napas mangrove, sehingga fungsi mangrove sebagai penyerap karbon dan penahan abrasi tetap optimal.
  • Keseimbangan Rantai Makanan Polutan seperti fosfat dan nitrogen berlebih dari limbah domestik dapat menyebabkan eutrifikasi (ledakan alga). Dengan kontrol ketat, keseimbangan oksigen dalam air terjaga, mencegah fenomena "zona mati" di muara.

Gerakan ini bukan sekadar membersihkan air, tapi menyelamatkan seluruh sistem penyangga kehidupan yang bermuara di laut kita dan sungai kita.

Sungai Bersih Kunci Masa Depan |Kementrian Lingkungan Hidup| 27 September 2025

Hanif menyebut, sungai bukan hanya urat nadi kehidupan hari ini, tetapi juga penentu kualitas hidup generasi mendatang. Namun kondisi sungai di Indonesia masih memprihatinkan. Hasil Pemantauan Mutu Air Semester I 2025 di 4.482 lokasi pada 1.482 sungai menunjukkan 70,7% lokasi tercemar, sementara hanya 29,3% memenuhi baku mutu.